Dari saat aku bersama mu sampai saat ini dan jg detik ini aku belum tau di mana beda nya kedudukan kt. Di sini sama aku jd Tulung punggung keluarga. Beban ku terasa berat. Dl aku sblm aku menikah aku ingin beban hidup ku berkurang, mungkin saat kehadiran seorang suami. Aku memantapkan mengakiri masa lajang ku berharap Beban ini aku di pikul bersama. Tp semua tak semudah yg aku bayang kn.
Di sini hari demi hari ku lalui, masalah demi masalah datang silih berganti, beban di pundak ku semakin berat. Apa yg aku harap kn hanya sebuah harapan. Orang yg ku hrp bs memikul beban ku mengacaukan hdp ku tanpa henti. Bahkan saat org Laen br merasakan hdp sebagai suami istri yg bs bahagia tp bln dgn ku. Suami ku org yg Sangat perhitungan dgn uang nya. Saat ku beli sesuatu bahkan dia bs mengabaikan dr ku di tempat umum. Itu pun trs terjadi smpi saat ini.
Saat aku mengandung ank pertama kt pun bukan kh lelaki akan ada buat istri nya, bkn itu yg aku dpt aku hrs kerja sndr walau perut ini membuncit. Saat aku bnr2 ingin mkn sesuatu pun dia hanya membesar kn rs capek dan jg tdr nya. Air mata ku tak pernah kering hny sampai di stu . Saat aku hanya di rmh apa yg aku dpt dr dia, dia hanya sll mengikuti kt2 org tua nya, pernah kh dia berfikir klu dia dah berumah tangga dan beristri. Di mana letak ku dlm keluarga ini. Di mana aku hrs berdiri di sini. Aku tak mampu ,,,,
Dunia
Selasa, 02 April 2019
Apa beda nya wanita dan lelaki
Kamis, 28 Maret 2019
Duhai Imam ku
Imam ku maaf kn dr ini yg terlalu banyak mengumbar aib keluarga kt. Tak seharusnya nya aku sll begini, tp aku tak bs hanya memendam semua ini. Berulang kali mungkin semua ini telah terjadi antara kt. Aku hanya ingin kau berubah jd imam ku yg lbh baik.
Aku ingin kt jalani suka suka kt bersama, aku ingin kt tertawa bersama serta menangis bersama. Aku tak ingin menangis sndr , sll aku yg sendiri. Aku dah cb untuk diam Krn aku tak berhak untuk marah. Tp sedikit pun km tak pernah berubah. Entah smpi mana aku bs memikul lelah ku ini, entah sampai mn aku bs bertahan untuk hdp dgn mu. Aku hanya seorang wanita yg tak pernah tau kehidupan tanah kelahiran ku. Aku besar di perantauan, sehingga aku tak tau gmn cr nya aku bs bertahan hidup di tanah kelahiran ku.
Di saat aku ingin menyesuaikan dr dan bs hidup damai dengan keluarga kecil ku. Kau sll melukai ht ini. Kau buat aku tak bs bertahan dgn kesenangan. Entah brp byk air mata yg telah kau berikan, berapa byk luka yg kau beri aku tak bs melupakan semua nya. Aku hanya berharap kau akan tau gmn cr nya menyayangi keluarga dan memberi mereka yg terbaik.
